Rasanya Naik Bimbar Pink

Aku nyalakan layar hp ku untuk mengecek sudah jam berapa sekarang. Jam menunjukkan pukul 19:26. Pulang rapat, kepala nyut-nyut-an, mata sudah sayu, badan kerasa lengket ga karuan dari pagi di kampus. Di bimbar berwarna biru dengan gantungan souvenir bulat bertema hari kemerdekaan Indonesia ke 71 itu, aku lanjutkan pandangan mata ku  keluar memperhatikan pemandangan yang sudah sering terulang bahkan mungkin tersimpan kuat di memori otakku. Tapi ada yang sedikit berbeda di malam itu. Supir ngebut-ngebutan, beradu klakson, rem2 mendadak yang bikin mata ngantuk jadi melek lagi nihil dari sejak aku menaiki bimbar itu di depan kampus. Aku pun mengalihkan pandangan ke tempat duduk bagian sopir dan sebelahnya. Sopir yang tenang menurut ku. Kulit sawo matang, badan kurus, berambut lurus, dengan kumis tebal. Di lihat dari ciri fisiknya, sepertinya beretnis Jawa.

Mobil pun mengerem pelan beberapa kali dan penumpang bergiliran masuk dan duduk di tempat kosong yang tersisa. Namun pencarian tempat duduk oleh penumpang itu pun selalu disaksikan oleh seseorang. Seseorang yang duduk dikursi sebelah sopir. Seseorang yang dari ciri fisiknya membuat orang akan memanggilnya dengan sebutan ‘bu’, mengenakan jilbab langsung berwarna hitam. Ia selalu rela memutar sendi lehernya untuk melihat ke belakang saat ada penumpang masuk. Kepo sekali pikirku, hhe. Perjalanan pun berlanjut hingga kami berhenti di bawah jembatan layang tepat di depan SP, salah satu pasar swalayan di daerah Batu Aji. Seperti biasa, penumpang yang turun akan langsung membayar setelah turun dari bimbar. Awalnya aku mengalihkan pandangan ku ke luar jendela lagi, tapi tiba-tiba ada suara tawa sambil berkata “ehhehhe… salah” yang membuatku tak jadi memperhatikan keluar dan kepo dengan suara itu. Siapa sangka, ternyata suara itu keluar dari suara ibu yang duduk di sebelah sopir itu. Entah apa yang salah, yang pasti beliau orang yang menerima uang yang diberikan penumpang yang baru turun. Otakku sudah menemukan sedikit clue mengenai siapa ibu itu. Dalam pandangan yang masih tertuju pada sang ibu, mata ku tiba-tiba beralih kepada sang sopir. Di sinilah pemandangan langka itu terjadi, sang sopir memperhatikan ibu yang sepertinya salah mengembalikan kembalian dengan memangkukan lengannya ke stir mobil, menyenderkan pipi ke kepalan tangannya sambil tersenyum. MasyaAllah, pikirku. Pasti mereka suami istri. ‘Kenapa udah capek gini masih bisa baper? x’D’ batinku. Keduanya pun ada sesekali mengobrol, dan sang sopir memanggilnya dengan ‘bu’, terdengar benar seperti suami istri. Entah kenapa, kalau waktu itu lagi di kelas videografi, mungkin momen itu cocok dikasih efek pink2 romance ada taburan bunga…#skip

Pantas. Tidak seperti yang lain yang suka adu laju, adu klakson, rebutan penumpang, musik-musik remix dengan volume tinggi yang bikin makin pusing kepala. Di bimbar kali ini tidak ada, dan yang ada malah momen beberapa detik tapi cukup bikin hati ngerasa ‘Ya Allah, sweet ya kalo berjuang ada yang nemenin, hhe’. Ya, terasa berbeda ternyata jika yang menyetir kendaraannya adalah orang yang ada temen sehidup sematinya daripada yang masih ‘sendiri’. Yang sendiri lebih sering mengomel, menyalakan musik keras-keras, marah dengan sesama orang yang seprofesi, dan yang paling menyebalkan menggoda penumpang2 cewe.  Di sini, jalan lancar, mulus, tanpa harus ngerasa takut rezeki keambil sopir2 lain dan boro2 mau goda cewe lain.

Sesampainya di rumah, bahkan sampai sekarang pun masih terbayang jelas pemandangan sang sopir tersenyum manis pada istrinya yang salah mengembalikan kembalian itu. Malah sudah aku gambar di halaman belakang buku catatan.. hhe.. Mungkin untuk sebagian orang ini hal biasa, tapi untuk saya yang sering ngerasain sebalnya sama sebagian banyak supir bimbar, ini luar biasa😀 Jarang-jarang ada momen pink di mobil yang biasanya gelap kayak gitu.. #apasih

 

181116

 

#latepost

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s