Dongeng “Monster Under The Bed”

Monster under the bed, sering denger judulnya tapi gak pernah tau ceritanya. Nah, sekarang aku post nih dongeng versi bahasa Indonesianya.

monster_under_the_bed

Monster Under The Bed! (Ada Monster di Bawah Kasur)

[Indonesian Language/Bahasa Indonesia]

By: Margo Fallis

“Ibu! Ada monster di bawah kasur ku!” teriak Gordon.

Ibu Gordon cepat-cepat berlari menuju kamar Gordon dan menyalakan lampunya. “Gordon, tidak ada monster di sini!,” sanggahnya. “Sini lihat” sang Ibu merangkak ke bawah kasur.

“Sekarang, pergi tidur dan jangan takut lagi. Tidak ada monster di sini.”

“Tapi bu, aku mendengar nafasnya. Suaranya mengerikan. Sepertinya, dia akan memakanku” Gordon gemetar ketakutan.

“Ibu memang tidak tahu apa yang kamu dengar Gordon, tapi itu bukan monster. Kamu hanya bermimpi” ibu meyakinkan. Setelah mencium pipinya, ia menyelimuti Gordon dengan selimut, mematikan lampu dan kembali ke kamarnya.

Gordon terbaring di atas kasurnya dan mendengar suara lagi “MUNCH! GROAN! SLOBBER! GRRRR!”

Dia datang lagi. Ia tarik selimut untuk menutupi kepalanya tetapi suara berisik itu tidak hilang juga. Teringat apa yang ibu nya katakan, ia beranjak dari kasurnya dan menyalakan lampu. Ia berdiri dan melihat sekitar ruangan. Ia berjalan menuju lemari dan membukanya. Tidak ada apa-apa kecuali mainan dan baju-baju nya. Ia pun membungkuk melihat ke bawah kasurnya dan mengangkat selimutnya yang menghalangi bagian bawah kasurnya.

“Hai!” moster itu menyapa dan keluar dari bawah kasur. Gordon terkejut. Saat Gordon mulai ingin berteriak, monster itu menutupi mulut Gordon dengan jarinya. “Sstt! Jangan takut. Aku tidak ingin melukaimu”

Gordon tidak berkata apa-apa. Ia menatap monster itu. Berwarna ungu, memiliki totol-totol besar berwarna kuning di seluruh tubuhnya, dua tanduk melekat di atas kepalanya, kuku yang tajam di kakinya dan jari-jari yang gemuk. Bibirnya berwarna hijau muda dan matanya berwarna orange. Tiba-tiba Gordon melihat air mata menetes dan membasahi wajah monster itu. “Kenapa? Kenapa kamu menangis?” tanyanya sambil tergagap.

Monsters Under Your Bed

“Aku tersesat. Aku harap kamu tidak keberatan aku bersembunyi di bawah kasurmu, tetapi di situ panas dan aku tidak tahu harus kemana lagi” jelas nya.

“Siapa kamu sebenarnya?” tanya Gordon, rasa takutnya mulai berkurang.

“Nama ku Keelin. Aku tinggal di gua dekat danau. Pagi tadi aku pergi untuk berjalan-jalan sebentar. Aku pikir itu adalah hari terbaikku. Aku pun mengejar gagak hitam yang besar hingga akhirnya aku tersesat. Aku melihat teras rumah mu dan ku pikir aku bisa menemukan seseorang untuk menolong dan membawa ku pulang” Keelin berkata.

“Tetapi tadi ibu ku melihat ke bawah kasur dan ibu tidak melihatmu” kata Gordon.

“Orang dewasa tidak bisa melihatku. Hanya anak-anak lah yang bisa melihat ku. Mau kah kamu menolongku pulang ke rumah?” harap Keelin.

“Di pagi hari aku bisa. Tetapi jika malam hari aku tidak bisa. Sangat dingin di luar sana. Kembali tidur saja dulu, lalu aku akan menolongmu saat matahari sudah terbit” Gordon berkata.

“Aku lapar,” Keelin mengeluh.

“Apa makanan mu?” tanya Gordon.

“Aku suka blatung dan oh iya, mungkin jangkrik panggang, itu lezat juga, tetapi yang paling ku suka adalah burung gagak. Itu alasan ku mengapa aku mengejarnya. Aku ingin memakannya untuk makan malam” Keelin meneteskan air liur.

Gordon menguap. “Huaa.. Aku tidak memiliki blatung atau jangkrik dan apalagi gagak, tetapi jika kamu berjanji untuk tidak berisik, aku akan pergi ke dapur dan mencari apa yang bisa ku temukan. Jangan berisik ya…” Gordon mengingatkan dan diam-diam keluar dari kamar.

Monster gemuk itu pun duduk di lantai dan mengambil sebuah bola karet. Ia taruh ke dalam mulutnya dan mencoba mengunyahnya. “Ini mengerikan” keluhnya dan langsung memuntahkannya. Ia pun mulai menggigiti kuku nya.

Gordon kembali dengan membawa sepiring makanan. “Ini, kamu bisa memakan ini” katanya memberi makanan itu kepada Keelin. “Apa itu?” monster itu bertanya melihat makanannya.

“Ini sosis, kacang-kacangan dan kentang rebus” jawabnya. Keelin menaruh satu piring itu ke dalam mulutnya. “Tunggu!” kata Gordon. “Kamu tidak harus memakan piringnya juga”. Tetapi sudah terlambat. Keelin sudah mengunyahnya dan menelan piring itu.

Gordon yang masih berdiri, menatap wajah Keelin. “Hm.. baguslah”

“Pergi tidur sekarang” Gordon mendesah. Ia kembali ke tempat tidurnya dan menarik selimutnya.

Keelin juga kembali ke bawah tempat tidur dan segera tidur. Meskipun ia mendengkur, tetapi Gordon sudah tidak takut lagi .

Saat ia terbangun esok paginya, Keelin masih tertidur di bawah kasurnya. Gordon menggenggam salah satu jempol gemuk Keelin dan mencubitnya. “Waktunya bangun dan kembali ke gua mu!”

Keelin menguap dan menggeliat. Perutnya menggeram dan bintik kuning di kulitnya berubah lebih cerah. Gordon tertawa. Keelin berdiri di dekat jendela saat Gordon mulai membukanya. “Ayo Keelin. Kita pergi” Gordon memanggilnya. Ia melompat ke atas rerumputan dan monster itu mengikutinya dari belakang.

Mereka berjalan melalui lembah ke arah danau. Terdengar banyak dengungan lebah di sekitar mereka. Keelin mencoba meraihnya tetapi tidak dapat juga. Dua kupu-kupu merah muda juga berterbangan melewati mereka. Keelin berusaha meraihnya tetapi tidak mendapatinya dan tiba-tiba jarinya tertusuk duri . “ADUH!” terasa seperti duri-duri menggali jarinya. Tiba-tiba seekor gagak terbang tinggi di atas mereka. “Aku lapar” Keelin cemberut, melihat sarapan paginya terbang begitu saja.

“Itu dia danaunya!” tunjuk Gordon. “Sebentar lagi kamu sampai ke rumah. Di bagian mana gua mu berada? Danau itu sangat besar!”

Keelin melihat dari sisi ke sisi lainnya. “Aku tidak tahu. Aku pikir ada di sana, di bagian bawah bukit, tetapi aku tidak yakin”

Gordon dan monster itu berjalan mengitari danau dan akhirnya mereka menemukan sebuah gua. “Apakah ini gua mu?” tanya Gordon.

Keelin pun melihatnya ke dalam. Dia kembali keluar dengan tersenyum dan berkata, “Ini dia! Ini adalah gua ku. Mau kah kamu ke dalam dan melihat di mana tempat ku tidur?”

Gordon mengangkat bahu dan memasuki gua. Di situ sangat gelap dan dinding di gua itu tertutupi dengan lumut hijau. Ada tumpukan rumput kering di atas lantai. “Itukah kasurmu?” ia bertanya.

Keelin mengangguk. “Aku harus mengumpulkan ranting untuk membuat api. Aku duduk di sini” jelasnya. “Aku juga memanggang gagak atau blatung dan jangkrik di atasnya. Kamu mau?” katanya mengambil beberapa makanannya yang berada di atas tempat itu.

“Tidak usah, Keelin. Aku tidak lapar” Gordon menelan ludahnya dengan jijik. “Yaa, kamu sudah kembali dengan sehat. Aku pikir aku akan pulang sekarang. Cobalah untuk tidak tersesat lagi” ia tersenyum.

Gordon melambaikan tangan dan kembali ke rumah.

Malamnya, saat berbaring ditempat tidur ia mendengar suara di bawah tempat tidurnya. Dia akan berteriak kepada ibunya, tetapi ia memutuskan untuk mencari tahu sendiri. Ada monster. Tetapi itu bukan Keelin. “Siapa kamu?” Gordon bertanya, “dan apa yang kamu lakukan di bawah tempat tidur ku?” Sebuah monster abu-abu kurus keluar dari bawah kasurnya. Ia memiliki lengan dan kaki yang panjang, telinga besar dan hidung runcing yang panjang. Matanya yang biru dan di atas kepalanya ada setumpuk rambut berwarna hijau. “Saya Brogan, Keelin bilang jika aku tersesat, datang saja ke rumahmu dan kamu akan membantuku menemukan rumah ku kembali. Tolong bantu aku. Aku tidak pernah tersesat sebelumnya!” mohon monster tersebut.

Gordon mendesah. Setiap malam sejak saat itu, seekor monster raksasa berbeda muncul dari bawah tempat tidurnya. Dia tidak berteriak, ia tidak menangis dan dia tidak meminta tolong kepada ibunya lagi. Ketika ia terbangun, ia selalu harus membantu mereka kembali ke rumah. Dia bertemu monster orange, monster hitam, monster hijau, monster merah muda dan ia bahkan bertemu dengan seekor monster tartan! Tidak butuh waktu lama untuk mengetahui apa yang mereka semua makan dan di mana mereka semua hidup.

Jadi, jika kamu mendengar suara seekor monster di bawah tempat tidur mu, jangan lupa cari tahu ya? Ingatlah mungkin mereka monster yang tersesat dan membutuhkan pertolongan seseorang untuk membantu mereka menemukan jalan pulang. Jangan lupa juga siapkan belatung dan jangkrik, karena mereka selalu lapar.
Semua ini hasil translate =D Jadi maaf kalo terlalu baku atau agak aneh, abisnya aku ngikutin cerita yang pake bahasa inggrisnya..
Leave a comment please..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s